Temuireng, Jatinom – Program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri Desa Temuireng mulai menunjukkan hasil positif. Unit usaha budidaya ayam petelur yang dirintis sejak akhir tahun lalu kini memasuki fase produksi awal dan diproyeksikan mencapai puncak produksi dalam dua bulan mendatang.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Analisis Kelayakan Usaha yang dibahas dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) tahun lalu. Pelaksanaannya mengacu pada Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kepmendesa PDTT) Nomor 3 Tahun 2025 serta Permendesa PDTT Nomor 2 Tahun 2024. Pemerintah Desa Temuireng mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp167.100.000 atau 20 persen dari total anggaran Dana Desa untuk mendukung pengembangan usaha tersebut.
Setelah melalui serangkaian diskusi dengan peternak serta uji coba teknis, BUMDes Karya Mandiri mendatangkan 500 ekor ayam petelur siap produksi pada akhir Desember tahun lalu. Bibit ayam yang dipilih berusia sekitar 16 minggu atau empat bulan.
Dihubungi pada Rabu, 11 Februari 2025, Surono (51), anggota BUMDes yang ditunjuk sebagai pengelola unit usaha budidaya ayam petelur, menjelaskan bahwa pemilihan ayam usia 16 minggu didasarkan pada pertimbangan teknis dan efisiensi perawatan.
“Dari hasil pembelajaran kami, bibit yang ideal berusia sekitar 16 minggu. Perawatannya relatif lebih mudah dibandingkan jika membeli DOC (day old chick),” ujarnya.
Saat ini, masa pemeliharaan telah berjalan sekitar 10 minggu, sehingga usia ayam diperkirakan mencapai 26 minggu. Pada fase ini, sebagian ayam mulai memasuki masa produksi telur.
Surono menyebutkan, sekitar 60 hingga 70 ekor ayam telah menunjukkan produktivitas.
“Produksi per hari berkisar antara 2 hingga 2,5 kilogram. Ukuran telur masih relatif kecil karena ayam baru mulai bertelur. Ayam yang sudah produktif kami tandai pada kandangnya untuk memudahkan pemantauan,” jelasnya.
Ia memperkirakan produksi akan meningkat secara signifikan dalam dua bulan ke depan, seiring bertambahnya usia dan kematangan ayam petelur.
Pemerintah Desa Temuireng berharap unit usaha ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan desa, tetapi juga menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi BUMDes serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat. (Soleh Febriyanto)